FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA MUARA MADRAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS FAKTOR MUARA MADRAS TAHUN 2020

Authors

  • Elma Melia Sari STIKES MERANGIN

Abstract

Abstrak

Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia  masih tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kematian ibu dan bayi adalah kemampuan dan keterampilan tenaga penolong persalinan. Cakupan persalinan tenaga kesehatan di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 83,67% dan di Provinsi Jambi sebesar 73,74%. Pada tahun 2019, persalinan dengan tenaga kesehatan di Kabupaten Merangin sebesar 90,9%. Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Madras cakupan persalinan dengan tenaga kesehatan sebesar 95,0% dan di Desa Muara Madras sebesar 64,8% Cakupan persalinan dengan tenaga kesehatan di desa tersebut masih jauh di bawah target nasional yaitu sebesar 90%

Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Madras wilayah kerja Puskesmas Muara Madras Tahun 2020. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Desa Muara Madras wilayah kerja Puskesmas Muara Madras yang berjumlah 55 orang Tahun 2020. Data yang telah dikumpulkan dianalis menggunakan uji chi square.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 17 (34%) responden, memiliki status ekonomi rendah sebanyak 35 (70,0%) responden, jarak tempuh dekat ke tenaga kesehatan sebanyak 26 (52,0%) responden dan budaya yang mendukung sebanyak 28 (56,0%) responden. Berdasarkan uji statistik status ekonomi dengan menggunakan uji chi-square didapatkan pvalue = 0,004, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan dengan pvalue  = 0,046 dan budaya ibu bersalin dengan pvalue  = 0,017 sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat hubungan status ekonomi, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan dan budaya dengan pemilihan tenaga penolong persalinan.

Ada hubungan status ekonomi, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan dan budaya ibu bersalin dengan pemilihan penolong persalinan di Desa Muara Madras wilayah kerja Puskesmas Muara Madras Tahun 2020. Diharapkan bagi Puskesmas Muara Madras agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penting nya memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.

Kata kunci : Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan, Status Ekonomi, Jarak Tempuh Ke Fasilitas Kesehatan, Budaya

Abstract

Maternal and Infant Mortality Rates in Indonesia are still high. One of the factors causing the high mortality of mothers and babies is the ability and skills of birth attendants. The coverage of childbirth for health personnel in Indonesia in 2017 was 83.67% and in Jambi Province it was 73.74%. In 2019, births with health workers in Merangin Regency were 90.9%, at Muara Madras Puskesmas at 95.0% and in Muara Madras Village by 64.8% The coverage of childbirth for health workers in the Village was still far below the national target of 90%.

This research is an analitic study with a cross sectional approach. This research was conducted in Muara Madras Village, the work area of ​​Muara Madras Health Center in 2020. The population in this study were all mothers giving birth in Muara Madras Village, the working area of ​​Muara Madras Health Center, totaling 55 people in 2020 and The Data analyzed using the chi square test.

This study showed that 36 (66.0%) non-health workers assisted delivery, 35 (70.0%) low economic status respondents, 26 (52.0%) close mileage respondents and maternal culture. which supports as many as 28 (56.0%) respondents. Based on the statistical test of economic status using the chi-square test, it was found that p-value = 0.004, the distance to health facilities with p-value = 0.046 and maternal culture with p-value = 0.017. There is a relationship between economic status, mileage and maternal cultural with the selection of birth attendance.

There is a relationship between economic status, distance to health facilities and maternal culture with the selection of birth attendance in Muara Madras Village, the working area of ​​Muara Madras Health Center in 2020. It is hoped that Muara Madras Puskesmas will provide counseling to the community about the selection of birth attendance

Published

2021-08-21